Asmara Masa-Masa Remaja


 Chapter 1 : Adaptasi

    Oh iya lupa diriku, sembari duduk perkenalan perkenalan dengan teman sebangku. Akhirnya diriku memberanikan diri mengajak berkenalan 

" hai namaku Tari, jika boleh tahu namamu siapa ? ". 

Teman sebangkunya pun menjawab :

"oh iya, boleh kok". 

Tari pun bertanya lagi 

"kalo boleh tahu nama kamu siapa ?". 

Lalu teman sebangkunya menjawab 

"Namaku Angel, senang berkenalan denganmu". 

Cerita singkat mereka membuat guru yang ada dikelas memarahi mereka terlalu berlebihan dan mengganggu KBM berlangsung. 

Mereka berdua minta maaf "maaf bu kami mengganggu". 

Gurunya-pun menjawab " budak teh kakarek asup geus ngagandengan kelas (anak itu baru juga masuk sudah bikin ulah atau berisi) ". Mereka berdua berbicara dengan berbisik . 

    Akhirnya permasalahan yang tadi terjadi tidak memanjang dan tidak akan terulang kembali. Sifat maluku sudah tiada lagi dengan memberanikan diri dari perkenalan yang tadi sehingga mulai terbiasa sedikit-sedikit untuk beradaptasi dengan lingkungan kelas di hari pertama. Bell istirahat berbunyi, Angel mengajak Tari untuk makan siang di kantin.

       Pada saat perjalanan Angel memperkenalkan sekolah tersebut (SMA 22 BANDUNG) dengan detail letak-letak ruangan yang bisa digunakan oleh siswa dan siswi seperti ruang administrasi, Perpustakaan, Laboratorium, ruang BK Masjid, ruang komputer, lapangan dan lainnya. Setelah sampai di kantin Tari bercerita kepada Angel, "sebenarnya nama asliku ' Wanti Lestari ' cuman tidak percaya diri makannya nama panggilannya adalah Tari takutnya jadi ejekan teman-teman yang lain. Angel pun menjawab "tidak usah seperti itu, memang ada beberapa teman sekelas kita yang suka nyinyirin tapi , nama kamu bagus kok itu kan nama pemberian orang tua kamu, jangan merasa malu ketika namamu tak sebagus yang lainnya, ada juga nama lain yang kayak Eti Kusmiawati, Asep Dahlan, Iti Mupaidah.

       Tidak lama dari mereka berdua pulang dari kantin menuju kelas, Tari pun mulai merasa nyaman di sana meskipun ada banyak hal lain yang kurang mengenakkan bagi dirinya mungkin tidak percaya diri, dan sulit beradaptasi. Ah sudahlah nanti malas lagi aku bergelut dengan rasa malu dan rasa pesimis aku ini. kadang-kadang ingin memulai segala sesuatu dan sesuai dengan apa yang diinginkannya akan memunculkan rasa pesimis dalam dirinya namun hal tersebut membuat dirinya menjadi bersemangat. Aku pun begitu awalnya tidak mudah beradaptasi dengan segala hal yang baru namun ketika kita atau diri kita memberanikan diri hal-hal yang membuat kita bersifat negatif akan hilang sama halnya dengan pengenalan antara jiwa-jiwa dengan yang lainnya.

       Akhirnya diriku merasa optimis, bahkan teman sebangku yang aku kira tak mau berteman denganku memotivasi agar aku bisa beradaptasi dengan setiap lingkungan yang baru, sehingga waktu pulang akan menunjukkan pukulnya. Aku berpamitan dengan teman sebangku dan tersenyum kepada teman yang lainnya, jangan lupa aku berpamitan dengan guru tercinta itu yang aku kira guru itu kadang kadang galak hehehe, sesampainya depan pagar sekolah ada seorang laki-laki yang mendatangiku sepertinya dia teman sekelasku kemudian dia menawarkan untuk pulang bersama lalu dia bertanya "hai mau aku anter ke rumah?" aku pun menjawab dengan kaget " Maaf aku bisa sendiri " laki-laki tersebut menjawab pulang " ya sudah aku pulang dulu, hati-hati ya kamu di jalan " Aku menjawab dengan menganggukkan kepala. Aku sontak berbicara.

       Setelah beberapa lama dari situ angkot yang aku, lalu aku memberhentikan angkot itu dengan memanfaatkan memanfaatkan, itulah salah satu ciri khas yang menaiki angkot di Bandung dan garut. Setelah beberapa menit sampailah ke tempat yang aku tuju, lalu aku berbicara kepada sopir angkot untuk berhenti disini dengan mengatakan Mang kiri mang, oh iya itu pun salah satu ciri khas menaiki angkot. Sopir angkot itu pun bertanya kepadaku " Neng bade turun didieu ( teteh mau turun di sini) " aku pun menjawab " Muhun mang didieu ( iya mang di sini ) " dan jangan lupa membayar ongkos.

      Sesampainya di rumah, mengganti baju, menyiapkan jadwal keesokan harinya, dan melakukan aktivitas lainnya, hingga diriku terlelap tidur dengan segala drama hari ini yang terjadi. Aku terbangun karena kakakku pulang kerja sekitar jam 20.00 WIB, kemudian aku menyambut kedatangan kakakku dengan membuka pintu setelah aku bersalaman dengan kakakku. 

Dengan baik kakakku membelikan makanan kesukaanku, lalu kakakku menawarkan 

"neng ieu aya emameun ku aa tos dipangmeserkeun (neng ini sudah ada makanan, sudah aa belikan) ?" 

Sontak aku langsung mendatangi kakakku karena lapar 

"Hoyong atuh a mana emameuna ( mau dong a mana makanannya ) " 

kakakku pun menjawab 

" Nya kadieu enengna ( iya kesini nengnya ).

      Dan bodohnya aku bahkan lupa meminta nomor teleponnya Angel karena dia teman pertamaku yang baik di bangku sekolah menengah atas di kota Bandung ini meskipun baru kenal selewat ternyata dia baik tetapi aku pun belum mengetahui mengetahui seperti apa hehehe, lalu aku mengembalikan ponsel kakakku dan langsung tidur, aku pun terbangun di tengah malam karena memimpikan seorang laki-laki yang di depan gerbang sekolah tadi, aku pun bertanya-bertanya kok bisa sih aku memimpikan dia padahal aku tidak tahu namanya siapa, ah dasar aku-ada saja mimpinya. Aku pun terlambat untuk tidur kembali agar besok tidak datang ke sekolah.


Komentar

Postingan Populer